PENDIDIKAN YANG MENCERDASKAN

PENDIDIKAN MERUPAKAN SALAH SATU KEBUTUHAN POKOK MANUSIA SELAIN KEBUTUHAN BIOLOGIS, DENGAN PENDIDIKAN SETIAP MANUSIA DAPAT MENGENALI DIRINYA YANG KEMUDIAN MENGENAL TUHANNYA

Selasa, 18 Agustus 2009

Pidato Sambutan Perwakilan Mahasiswa


Assalamualaikum Wr. Wb
saya ingin mengawali pidato sambutan ini dengan sebuah puisi

Cemara menderai hingga jauh
terasa hari jadi akan malam
ada beberapa dahan di ditingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Sajak Chairil Anwar yang ditulisnya pada tahun 1949 itu mengingatkan saya kepada masa awal sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum UGM. pertama kali ketika memasuki kota yogyakarta yang terkenal dengan sebutan kota budaya, yang ada dalam benak saya sebagai mahasiswa rantau adalah kota yang di penuhi orang-orang hilir mudik selalu memakai blangkon dan membawa keris serta rindangnya pohon pohon cemara yang tinggi. Berderai-derai ranting dan daunnya ditiup angin. Saya suka memandang pohon-pohon cemara yang disapu angin dan gesekan ranting-rantingnya terdengar hingga jauh. Kini pohon-pohon cemara itu tidak ada lagi, karena telah berganti ruko-ruko dan toko-toko. Namun, sekarang ini bagi saya “terasa hari jadi akan malam
Pertama-tama perkenankan saya menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan kata sambutan di mimbar ini. Kesempatan ini mengenangkan saya kepada percakapan dengan kakak saya sekitar 5 tahun yang lampau. Saya bertanya pada kakak saya: “Apa itu plonco-plonco, mengapa kepalanya botak dan pakai dot seperti anak bayi?” Sambil mengayuh sepeda, kakak menjawab ; “Kau harus rajin belajar, besok engkau akan tahu sendiri. Lima tahun kemudian , hari ini, tidak ada lagi plonco-ploncoan yang dulu sering saya lihat di TV dan saya mendapat kesempatan berpidato didepan Civitas Academica Universitas Gajah Mada. Alangkah bahagianya bapak, kalau ia melihatnya.
Yang kami hormati bapak…………………… Rektor UGM beserta jajarannya

Yang Kami hormati Bapak……………………selaku Dekan Fakultas Hukum UGM beserta seluruh stafnya

Yang kami cintai bapak ibu Dosen yang dengan setia selalu membimbing serta memberikan pengarahan, walau dengan jujur kami mengakui bahwa tidaklah mudah mendidik sekian mahasiswa yang nakal dan terkadang sangat sulit di beri nasehat

Yang kami hormati seluruh tamu undangan yang dengan antusias hadir dalam rangka menyaksikan putra putrinya di wisuda dan tak lupa kepada teman-teman/sahabat-sahabat sekalian yang berbahagia.

Alhamdulillahirabbil alamin washolatu wasalamu ‘ala nabiyyil mursalin wa ‘ala alihi wa sohbihi ajmain amma bakdu
Qolallah huta’ala fikitabihil kariim ‘Au dzubillahhi minassyaithonirrajim bismillahirrahmannirrahim “ Lain syakartum Laazidannakum walain kafartum inna Adzbi lasyadid… al ayat

Hadirin sekalian tamu undangan yang di mulyakan oleh Allah SWT dalam kesempatan yang berbahagia ini kami ingin menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT sehingga acara yang merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai wisudawan dapat terlaksana dengan lancar. Amien.

Tak lupa pula kami sampaikan beribu ribu terimakasih kepada segenap dosen, di lingkungan fakultas hukum, Bagian Tata Usaha dan seluruh elemen yang telah berjasa dalam membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di fakultas hukum.

Saya berdiri disini mewakili sekian banyak teman-teman yang di wisuda pada kesempatan kali ini, memgucapkan rasa terimakasih kepada para dosen yang telah membimbing serta mengarahkan, agar kami menjadi mahasiswa yang cerdas dan progresif,..kami tidak dapat memberikan kado atau hadiah yang bagus, baik berupa mobil atau lainnya, kami hanya dapat berjanji kepada para dosen dan pembimbing bahwa ilmu yang telah di ajarkan akan kami pegang teguh dan sebarluaskan sebagai bentuk tanggung jawab keilmuan dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia yang bertabat, berdaulat serta tetap menjaga nama baik almamater tercinta yaitu fakultas Hukum UGM.

Kami selaku wisudawan dari fakultas hukum demi terciptanya keadilan dalam kehidupan bermasyarakat akan selalu menegakkan sendi-sendi keadilan dan memberikan pemahaman agar masyarakat Indonesia lebih melek hukum, tertib hukum sehingga akan tercipta masyarakat yang dinamis serta berkeadilan sosial. Dan semoga Allah memberikan kepada kita semua, apa yang dikenal dalam dunia hukum sebagai ultra petita, mengabulkan lebih dari apa yang diminta.

Hadirin sekalian yang berbahagia dalam kehidupan manusia tak lepas darn pertemuan dan perpisahan, dalam kesempatan kali ini izinkanlah kami untuk melanjutkan jenjang pendidikan atau menapak kehidupan selanjutnya yang tentunya tidaklah semudah seperti di bayangkan, akan tetapi dengan iringan doa serta bimbingan bapak ibu dosen selama ini Insa –Allah setiap rintangan maupun cobaan dapat kami lewati dengan lancar dan juga akan menjadi guru terbaik dalam kehidupan di masa yang akan datang, pepatah italia mengatakan DALLA STALLA ALLA STELLA yang artinya kurang lebih “dari kandang menuju bintang. dari derita menuju bahagia”. bukan jalan pintas, bukan jalan yang nyaman atau kemanjaan untuk mencapai kegemilangan hidup. pepatah italia ini mengajarkan kita untuk selalu bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita.jangan sampai seperti anak ayam yang mati dalam lumbung padi, mengapa ini bisa terjadi??karena sebagian besar masyarakat indonesia hanya berfikir seperti anak ayam, berfikir bagaimana dapat makan beras bukan bagaimana merubah padi menjadi beras yang akhirnya dapat dimakan.
Hadirin sekalian demikianlah kata sambutan dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya akhiru qouli wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamualaikum Wr. Wb.
.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda